Perhatikanlah kedua teks di bawah ini.
Teks I
Sekitar dua ratus pelajar SMA,SMK, dan sederajat, berkumpul di depan kantor PDAM Bandung, Jalan Badaksinga, Minggu (12/8). Setelah melakukan beberapa persiapan, kelompok pelajar ini melakukan pawai melewati Taman Cikapayang, menyusuri Jalan Ir. H. Juanda, menuju Bandung Indah Plaza (BIP).
(Cerdas berbahasa indonesia ).
Teks II
Aduh, hari ini aku harus belajar untuk ujian matematika besok. Pulang sekolah ada janji mau kerja kelompok biologi. Tugas prakarya bahasa Indonesia belum selesai lagi. Bagaimana, nih?
Kalau kamu sering mengalami hal seperti itu,hati-hati,lho. Mungkin kamu punya kebiasaan menunda-nunda pekerjaan. Kalau semua pekerjaan harus dikerjakan dalam waktu yang bersamaan, kamu akan kehabisan napas. Waktu terasa sempit, dan pekerjaan yang dilakukan pun hasilnya tidak optimal. ( Ridho Muhammad Zulkarnaen ).
Kedua teks yang telah Anda baca memilki karakter yang berbeda, bukan? Teks yang pertama menyajikan fakta-fakta tentang adanya suatu peristiwa ataupun kejadian. Sementara itu, teks yang kedua berisi pendapat-pendapat ataupun saran-saran. Teks yang pertama itulah yang di kategorikan sebagai laporan. Dikategorikan demikian karena di dalamnya tersaji sejumlah fakta yang di peroleh melalui hasil pengamatan. Berdasarkan contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa teks yang berupa laporan berisikan sejumlah fakta. Sementara itu, teks yang di luar kategori tersebut wujudnya bukan fakta, melainkan hanya berupa pendapat-pendapat atau saran-saran; mungkin pula berupa imajinasi atau sesuatu yang lain.
Pemilihan kata merupakan syarat lain yang harus di perhatikan dalam suatu penyajian laporan. Kata-kata dalam laporan berbeda dengan yang ada pada teks lainnya, misalanya anekdot. Laporan mensyaratkan penggunaan kata yang berbeda dengan yang biasa digunakan dalam karya sastra ataupun kata-kata sehari-hari. Kata-kata dalam laporan harus lugas, terbebas dari makna kias.
- Makna lugas atau makna denotatif
- Makna kias atau makna konotasi
Kata-kata yang digunakan dalam laporan harus bersifat apa adanya agar jelas maksudnya. Oleh karena itu, dalam laporan banyak dijumpai defenisi. Maksudnya tidak lain untuk menjelaskan suatu kata atau konsep agar diperoleh keajegan makna dan dapat menghindari kesimpangsiuran maksud antara penulis dengan pembaca.
Jenis Teks
- Laporan
- Karya sastra
- Anekdot
Ragam Bahasa
- Lugas, baku
- Bahasa sastra, konotatif, ada rekayasa
- Bahasa sehari-hari
Penulisan laporan tidak bisa lepas dari penggunaan istilah, baik itu istilah yang berhubungan dengan kegiatan observasi maupun dalam bidang penulisan laporan itu sendiri. Dalam kaitannya dengan kegiatan observasi, akan muncul istilah-istilah metodologi, populasi, sampel, asumsi , dan sebagainya. Apabila bidang pembahasannya adalah persoalan kependudukan, akan muncul istilah-istilah seperti natalitas, mortalitas, migrasi, dan angka pengangguran. Sementara itu, apabila pembahasan atau hal yang diobservasi itu berkenaan dengan bidang pendidikan, muncullah istilah siswa, kurikulum, pembelajaran dan sejenisnya.
1 komentar:
Materinya singkat padat dan jelas
Posting Komentar