Minggu, 10 Mei 2020

Cara Menyimpulkan Hasil Debat

Cara Menyimpulkan Hasil Debat

Dalam debat ada tahapan terakhir yang harus di lakukan oleh pihak berdebat, baik tim afirmasi maupun tim oposisi adalah menyampaikan simpulan. Simpulan tersebut dirumuskan berdasarkan pendapat dan argumen yang telah di sampaikan sebelumnya. Simpulan dapat juga disebut sebagai hasil dari pembicaraan.

Karena simpulan dalam debat disusun betdasarkan pendapat dan argumen yang telah disampaikan sebelumnya, penalaran yang digunakan dalam menyusun simpulan debat termasuk dalam penalaran iduktif. Ada tiga cara untuk menarik kesimpulan denagan penalaran induktif yaitu (a) generalisasi, (b) analogi, (c) sebab akibat.

● Generalisasi 
Penarikan kesimpulan dengan cara generalisasi berpangkal pada pernyataan-pernyataan yang bersifat khusus, fenomena-fenomena khusus kemudian ditarik pernyataan yang bersifat heneral ( umum ).

● Analogi
Analogi merupakan proses penarikan simpulan yang didasarkan atas perbandingan dua hal yang berbeda. Akan tetapi, karena mempunyai kesamaan segi, fungsi, atau ciri, kemudian keduanya dibandingkan ( disamakan ). Kesamaan keduanya inilah yang menjadi dasar penarikan simpulan. 

● Sebab Akibat
Penarikan simpulan secara induktif berikutnya adalah sebab akibat. Dalam pola penalaran ini, sebab bisa menjadi gagasan utamanya, sedangkan akibat menjadi gagasan penjelasannya. Namun, dapat juga terjadi sebaliknya. Beberapa sebab dapat menjadi gagasan penjelas sedangkan akibat menjadi gagasan utamanya. Dalam debat, penarikan simpulan dilakukan setelah pernyataan pendapat dan argumen yang disampaikan lebih dulu maka pola yang kedua lebih tepat. Oleh karena itu, akibat menjadi gagasan utama, sedangkan sebab-sebabnya menjadi gagasan penjelas yang disampaikan lebih dulu.

Selasa, 28 April 2020

Mengontruksi bagian-bagian dalam Berdebat



Merumuskan Mosi Berdasarkan Isu atau Permasalahan yang sedang Berkembang.



Pada pembelajaran sebelumnya, kamu telah mempelajari bahwa debat adalah kegiatan untuk mempertahankan pendapat dengan argumen yang mendukung pendapat.



Mosi dalam debat sama dengan topik dalam sebuah teks. Mosi menjadi dasar bagi pihak - pihak yang terlibat debat untuk menentukan sikap apakah mendukung atau menolak mosi. Berdasarkan mosi, semua pihak dapat menyiapkan argumen untuk untuk mendukung pendapatnya tentang mosi.



Pada saat membuka debat, moderator bisa menyampaikan mosi yang didebatkan. Perhatikan contoh kutipan bagian pembuka debat berikut ini.



" Siang ini kita akan mengikuti kegiatan debat antar Tim Afirmasi dari SMA Pembangunan Jaya. Tim Oposisi dari SMK Nusantara, serta Tim Netral dari MA Al-Ikhlas. Pagi ini kedua tim akan berdebat tentang 'Bahasa Indonesia Tergantung pada Bahasa Asing.' Sebelum melaksanakan debat, saya akan membacakan tata tertib debat sebagai berikut."



Mosi dalam kutipan debat diatas adalah bahasa indonesia tergantung pada bahasa asing.

Selain disampaikan oleh moderator, tak jarang anggota tim yang berdebat juga secara tersirat menyatakan opsi yang didebatkan. Perhatiakan contoh kutipan teks debat berikut ini.


Saya tidak setuju jika kosakata bahasa asing yang masuk ke dalam penggunaan bahasa indonesia terjadi karena ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antar bahasa. Kosakata bahasa asing masuk ke dalam bahasa indonesia hanya digunakan sebagai persamaan kata yang bagi sebagian orang lebih mudah di pahami. Namun, pada intinya dalam bahasa indonesia itu sendiri, telah ada kosakata yang berkaitan dengan kosakata asing tersebut.



Dari kalimat pertama kutipan teks debat di atas dapat diketahui bahwa isu atau masalah yang didebatkan (mosi) adalah penerapan kosakata bahasa asing ke dalam penggunaan bahasa indonesia disebabkan ketidakberdayaan bahasa indonesia dalam interaksi anatarbahasa.



Contoh kutipan dalam Debat



"Menurut saya, tawuran antar pelajar tidak saja terjadi karena karena karakter anak-anak yang cenderung brutal. Lebih dari itu, tawuran terjadi karena anak-anak mendapat teladan yang kurang baik dari para pemimpin bangsa yang saling sibuk berebut kekuasaan dan saling menghujat. Televisi dan internet pun dengan bebas menyajikan barbagai aksi brutal yang membuat anak-anak tergoda untuk meniru."






Selasa, 14 April 2020

Kaidah Kata Majemuk


Kata majemuk sering didefinisikan sebagai gabungan dua kata atau lebih 
yang membentuk makna baru. Dalam definisi seperti ini, konstruksi kata majemuk 
tidak dapat dibedekan dari konstruksi idiom. Padahal, konstruksi yang benarbenar menimbulkan makna baru adalah idiom. Perhatikanlah dengan cermat beberapa konstruksi di bawah ini.

(1) rumah makan, matahari, 
(2) kambing hitam.
Makna semua konstruksi yang terdapat pada (1) masih berhubungan dengan 
salah satu makna unsur yang membangunnya. Makna konstruksi rumah makan, 
misalnya, masih berhubungan dengan makna rumah. Begitu juga dengan makna 
konstruksi matahari masih berhubungan dengan hari. Artinya, gabungan kata itu 
tidak menimbulkan makna baru sama sekali. Konstruksi seperti inilah yang lazim 
dan dapat disebut sebagai kata majemnuk.
Tidak demikian halnya dengan makna konstruksi kambing hitam. Makna 
konstruksi itu tidak berhubungan sama sekali dengan kambing maupun hitam. 
Dengan kata lain, gabungan kata kambing dan hitam sungguh-sungguh 
menimbulkan makna baru. Konstruksi seperti ini lazim disebut sebagai idiom.
Kata majemuk dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis 
berdasarkan jenis kata utama yang membentuk konstruksinya. Dengan begitu, 
dikenallah kata-kata mejemuk jenis kata kerja, kata sifat, dan kata benda.. Kata 
majemuk jenis kata kerja dapat dilihat pada contoh-contoh berikut:
adu domba, membanting stir 
adu argument, memikat hati 
berbadan dua, memberi hati 
maju mundur, mengambil hati 
Kata majemuk jenis kata benda dapat dilihat di dalam contohcontoh berikut ini:
air terjun, darah daging 
anak emas, harga diri 
anak didik, jalan damai 
Contoh-contoh di bawah ini termasuk kata majemuk jenis kata sifat.
besar kepala, lanjut usia 
darah tinggi, lemah lembut 
keras kepala, ringan tangan 
lurus hati, tua bangka.

Rabu, 08 April 2020

Bahasa inggris sebagai Alat yang penting di Era Globalisai


Pro/Afirmasi:
Globalisasi adalah suatu kondisi yang tidak ada jarak antara satu negara dengan negara yang lainnya. Bahasa Inggris sangat penting sebagai alat komunikasi. Kita tahu bahwa komunikasi dengan negara lain sangat penting. Kita adalah bagian dari dunia. Kita tidak dapat hidup sendiri tanpa memerlukan bantuan. Kita membantu orang lain dan orang lain membantu kita. Untuk berkomunikasi dengan negara di sekitar, kita memerlukan alat. Apakah alat tersebut? Tentu bahasa. Aristoteles mengatakan dunia memerlukan bahasa internasional, dan itu adalah bahasa Inggris.

1. Kita dapat berkomunikasi dengan orang asing dengan bahasa yang sama. Jadi, akan lebih mudah untuk memahami satu sama lain. Contohnya, Orang indonesia berbicara dengan orang Tiongkok. Jika mereka masing-masing berbicara dengan bahasa negaranya, tentu mereka tidak saling mengerti. Namun berbicara dengan bahasa yang sama, komunikasi akan berlangsung dengan baik.

2. Jika kita berbicara bahasa Inggris, tentu saja orang-orang akan memerhatikan. Kita akan di pandang sebagai orang yang cerdas karena sama dengan orang asing.

3. Kami percaya jika tidak dapat berbicara dalam bahasa Inggris kita tidak dapat dikenal oleh orang lain. Jika dapat berbicara bahasa Inggris dengan baik, maka kita akan dengan mudah mendapatkan kesuksesan di era globalisasi ini.

4. Negara Amerika sebagai negara termaju warganya menggunakan bahasa Internasional yaitu bahasa Inggris. Jadi, kita sebagai warga dunia harus bisa menguasai bahasa Inggris.

Kontra/Oposisi
Saya sangat tidak setuju dengan pendapat “ Bahasa Inggris sebagai bahasa atau alat yang penting di Indonesia”. Anda mengatakan negara termaju menggunakan bahasa Inggris dalam berbicara. Namun, berikut adalah poin yang harus diperhatiakan.

1. Segi Teknologi

Anda mengetahui Jepang dan Korea adalah negara yang kuat. Mereka bagus dibidang teknologi. Mereka menjadi produsen transportasi, komunikasi, dan sebagainya. Apakah mereka menggunakan bahasa Inggris? Tidak, mereka tetap menggunakan bahasa mereka sendiri. Jadi, jika ingin mendapatkan kesuksesan di era globalisasi, kita harus menambah atau memperkaya pengetahuan kita dibidang teknologi. Jika kita memiliki keahlian di bidang teknologi, sayya percaya akan banyak orang dari berbagai negara yang akan datang untuk belajar di Indonesia. Jadi, mereka akan belajar bahasa Indonesia, kita tidak perlu bahasa Inggris.

2. Segi Perdagangan

Tiongkok adalah negara yang sukses di bidang perdagangan. Mereka berdagang di negara mereka sendiri hingga ke negara lain. Mereka memiliki komitmen. Mereka harus tetap menggunakan bahasa asli mereka untuk berkomunikasi. Mereka percaya bahwa kesuksasan bukan dari bahasa inggris, namun dari kualitas perdagangan. Anda tahu? Mereka menggunakan bahasa Tiongkok untuk melakukan penawaran dagang. Jadi, hal tersebut membuktikan bahwa bahasa Inggris tidak penting.

3. Segi Penghasilan Alami

Arab, mereka menggunakan bahasa Arab untuk berkomunikasi. Mereka percaya bahwa meteka dapat menembus pasar internasional dengan menggunakan kemampuan penghasilan alami. Di samping itu, kita dapat berpikir tentang bahasa kita. Di era Globalisasi, bahasa Inggris sangat terkenal. Mulai pelajar hingga pekerja, mereka menggunakan bahasa Inggris. Akhirnya, mereka berpikir bahwa bahasa Indonesia tidak penting. Padahal, bahasa tersebut adalah bahasa nasionalisme penduduk Indonesia. Jika kita mengetahui sejarah, para pahlawan kita berusaha untuk mempertahankan bahasa indonesia. Namun, sekarang banyak orang Indonesia yang malu berbahasa Indonesia. Mereka mengatakan bahasa Indonesia tidak modern. Jadi, saya tetap tidak setuju jika bahasa Inggris menjadi alat yang penting di era globalisasi.

Selasa, 07 April 2020

Menemukan Esensi Debat


Pernahkah kamu melihat dua pihak saling bertukar pendapat dengan mengemukakan berbagai alasan, meskipun keduanya berada pada sudut pandang yang berbeda. Kegiatan semacam itu disebut debat. Agar dapat memahami dan mengambil pelajaran dari sebuah debat, lakukanlah kegiatan-kegiatan berikut ini.

1.Berkonsentrasilah pada video atau teks yang akan dilihat dan didengarkan agar dapat mendapat mencatat pokok yang menjadi permasalahan. 

2.Supaya membantu kamu dalam menangkap gagasan, tuliskanlah bagian-bagian penting yang menjadi inti dari debat tersebut

3.Sebelum melihat video atau membaca teks debat, kamu dapat menyampaikan pertayaan umum. Misalanya:
  • Mengapa teks tersebut tergolong debat.?
  • Siapa nama tokoh yang sedang berdebat.?
  • Apa jabatan atau pekerjaan mereka.?
  • Siapa yang menjadi pemimpin debat.?
  • Hal apa yang tengah di perdebatkan .?
  • Siapakah yang menjadi pihak pendukung ( afirmasi) dan pihak penentang ( oposisi )
  • Apakah kedua bela pihak mengemukakan alasan-alasan untuk mendukung pendapatnya masing-masing.?
  • Apakah ada pihak yang menunjukkan data, informasi atau fakta lain yang mendukung pendapatnya.?
  • Di akhir debat, apakah mereka mendapatkan sebuah pendapat baru yang sama, atau moderator hanya menyampaikan simpulan dari isi debat?

Kamis, 02 April 2020

Singkatan dan Akronim

Singkatan dan Akronim

Singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan atau pangkat diikuti dengan tanda titik (.).
Contoh: M. Amin, Drs., Prof., Kol.
Singkatan yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik (.).
Contoh: MPR 
Singkatan umum terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti tanda titik.
Contoh: dst., dsb., dkk., dto.
Akronim adalah singkatan yang terdiri atas gabungan huruf awal, 
gabungan suku kata, atau gabungan huruf dan suku kata yang diperlakukan sebagai kata, seperti:
Contoh: ABRI, PASI, SIM Akabri, Bappenas .
Akronim yang bukan nama diri/lembaga ditulis sebagai berikut: pemilu, rapim, tilang

Kaidah Morfologi (Pembentukan Kata)

Kaidah Kata Imbuhan 

Kata berimbuhan adalah kata yang telah mengalami proses pengimbuhan (afiksasi). Imbuhan atau afiks adalah satuan bahasa yang digunakan dalam bentuk 
dasar untuk menghasilkan suatu kata. Hasil dari proses pengimbuhan itulah yang 
kemudian membentuk kata baru yang disebut kata berimbuhan. 
Imbuhan dalam bahasa Indonesia jumlahnya bermacam-macam. Secara garis besar imbuhan tersebut dibagi ke dalam empat jenis, yakni prefiks, infiks, 
sufiks, dan konfiks. Prefiks atau awalan adalah imbuhan yang diikatkan di depan bentuk dasar. 
Contoh: 
me(N)- → membaca, menulis, menyapa 
ber- → berjalan, berbicara, bermalam 
di- → dibaca, ditulis, disapa
ter- → terbawa, termakan, terindak 
pe(N)- → penjual, pembeli, penulis 
per- → peranak, peristri 
se- → sekelas, setara, secangkir 
ke- → kepada, kekasih, kedua 
maha- → mahakuasa, mahaagung, mahakuasa 
Infiks atau sisipan adalah imbuhan yang diikatkan di tengah bentuk dasar. 
Contoh: 
-el-, → geletar, telunjuk 
-em- → gemetar 
-er- → gemertak, seruling, gerigi 
Sufiks atau akhiran adalah imbuhan yang diikatkan di belakang bentuk 
dasar. 
Contoh: 
-kan → tanamkan, bacakan, lembarkan 
-an → tulisan, bacan, lemparan 
-i → akhiri, jajaki, tulisi 
-nya → agaknya, rupanya 
-wan → rupawan, hartawan, ilmuwan 
Konfiks adalah imbuhan yang dilekatkan di depan-belakang bentuk dasar secara bersamaan. 
Contoh: 
ke-an → keamanan, kesatuan, kebetulan 
pe(N)-an → penanaman, pemahaman, penyesuaian 
per-an → perusahaan, persawahan, pertokoan 
ber-an → berhamburan, bersamaan, bersalaman 
se-nya → selama-lamanya, sejauh-jauhnya 

Kata ulang (reduplikasi) adalah kata yang mengalami proses perulangan, 
baik sebagian atau pun seluruhnya dengan disertai perubahan bunyi atau pun 
tidak. Kata ulang memiliki beberapa makna, di antaranya, adalah makna ‘banyak 
taktentu’, seperti contoh berikut. 
batu-batu negara-negara 
buku-buku orang-orang 
kuda-kuda pohon-pohon 
makanan-makanan peraturan-peraturan menteri-menteri rumah-rumah Ada juga kata ulang yang bermakna ‘banyak dan bermacam-macam’, seperti contoh berikut: 
bau-bauan, dedaunan 
bibit-bibitan, lauk-pauk 
buah-buahan, pepohonan 
bumbu-bumbuan, sayur-mayur 
bunyi-bunyian, tanam-tanaman 
Makna kata ulang lainnya adalah ‘menyerupai dan bermacam-macam’,seperti contoh berikut ini: 
kuda-kuda mobil-mobilan 
kuda-kudaan orang-orangan 
kucing-kucingan robot-robotan 
langit-langit rumah-rumahan 
mata-mata siku-siku.
Makna kata ulang berikutnya adalah ‘agak atau melemahkan 
sesuatu’ yang disebut pada kata dasar Contoh: 
kebarat-baratan , malu-malu 
kehijau-hijauan, pening-pening 
keinggris-inggrisan, sakit-sakitan
kuda-kudaan orang-orangan 
kucing-kucingan robot-robotan 
langit-langit rumah-rumahan 
mata-mata siku-siku.
Makna kata ulang berikutnya adalah ‘agak atau melemahkan 
sesuatu’ yang disebut pada kata dasar 
Contoh: 
kebarat-baratan , malu-malu 
kehijau-hijauan, pening-pening 
keinggris-inggrisan, sakit-sakitan
kekanak-kanakan, tidur-tiduran 
kekuning-kuningan 
Kata ulang bisa pula bermakna ‘Intensitas kualitatif’, seperti 
terlihat pada contoh berikut ini: 
keras-keras, segiat-giatnya 
kuat-kuat, setinggi-tingginya 
Di samping itu, kata ulang dapat bermakna ‘intensitas kuantitatif’, seperti contoh berikut: 
bercakap-cakap,manggut-manggut berlari-lari, mengangguk-angguk berputar-putar, mondar-mandir ,bolak-balik, tersenyum-senyum ,menggeleng-gelengkan, tertawa-tawa ,Kata-kata ulang di dalam contoh berikut ini memperlihatkan makna ‘kolektif’
dua-dua, kedua-duanya 
empat-empat, ketiga-tiganya 
Terakhir, kata ulang dapat bermakna ‘saling’, seperti yang tampak pada 
contoh-contoh di bawah ini. 
berpandang-pandangan, pukul-pukulan bersalam-salaman tendang-menendang lempar-lemparan, tolong-menolong .

Selasa, 31 Maret 2020

Kaidah Ejaan dalam Bahasa


Kaidah ejaan adalah keseluruhan peraturan tentang bagaimana 
menggunakan lambang-lambang bunyi bahasa dan bagaimana hubungan antara 
lambang-lambang tersebut (pemisahan dan penggabungannya). Secara teknis, 
kaidah ejaan dan tanda baca adalah aturan-aturan mengenai penulisan huruf, 
penulisan kata, dan penulisan tanda baca. 
Seperti diketahui bahwa kaidah ejaan mengatur penggunaan beragam 
lambang kebahasaan yang berdimensi luas. Pembahasan menyeluruh mengenai 
kaidah ejaan tersebut tidak mungkin dilakukan pada bagian ini. Pembahasan 
dibatasi pada kaidah-kaidah ejaan yang sangat produktif penggunaannya di dalam 
masyarakat.

Penulisan Huruf
Pada bagian ini akan dideskripsikan kaidah-kaidah yang berlaku mengenai 
pemakaian huruf dalam bahasa Indonesia, yakni pemakaian huruf kapital dan 
huruf miring.

Huruf Kapital
Istilah huruf kapital sering juga diganti dengan huruf besar. Huruf ini dipakai 
sebagai huruf pertama:
(a) kata pada awal kalimat
(b) petikan langsung (yang utuh)
(c) dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab 
 suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan,
(d) nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti 
 nama orang (Mahaputera Yamin, Sultan Hasanuddin, Haji Amir)
(e) nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang (Wakil Presiden 
 Yusuf Kalla, Jenderal Tito Karnavian)
(f) nama orang
(g) nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa
(h) nama tahun, bulan, hari raya, dan peristiwa sejarah
 (i) nama khas dalam geografi
 (j) nama badan resmi, lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, 
 serta nama dokumen resmi
(k) nama semua kata dalam judul buku, majalah, surat kabar, kecuali 
 kata partikel, seperti di, ke, dari, untuk, yang, dan yang tidak 
 terletak pada posisi awal
 (l) singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan
 (m) kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, adik, 
paman yang dipakai sebagai kata ganti sapaan

Huruf Miring
Huruf miring adalah huruf yang posisinya dimiringkan dalam cetakan. 
Huruf miring dipakai untuk:
(a) menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam 
karangan;
 Contoh: Dia mendengar berita itu dari Kompas.
(b) menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata atau kelompok 
kata;
 Contoh: Seluruh karyawan diwajibkan menghadiri acara tersebut.
(c) menuliskan kata atau ungkapan asing, kata nama ilmiah, kecuali yang 
telah disesuaikan ejaannya.
 Contoh: Hari-harinya padat dengan facebook.

Penulisan Kata
Kaidah penulisan kata meliputi kaidah penggabungan kata, penulisan kata 
ganti kau, ku, mu, dan nya, kata depan di, ke dan dari, kata turunan, serta 
singkatan dan akronim.

Gabungan Kata 
Gabungan kata, termasuk istilah khusus, yang dapat menimbulkan 
kesalahan pengertian bisa diberi tanda hubung untuk menegaskan pertaliannya. 
Contoh: alat pandang-dengar
 Buku sejarah-lama (sebagai imbangan buku sejarah- moderen).

Kata ganti ku, kau, mu, dan nya
Kata ganti ku, kau, mu, dan nya ditulis serangkai dengan kata yang 
mengikutinya.
(1) a. Ketidakjujuran tidak kusukai.
 b. Ketidakjujuran tidak aku sukai.
(2) a. Lawan harus kaukalahkan dengan cara yang sportif.
 b. Lawan harus engkau kalahkan dengan cara yang sportif.
 (3) a. Aku tahu, buku itu milikmu.
 b. Aku tahu, buku itu milik kamu

Kata Turunan 
Jika bentuk dasar berupa gabungan kata dan sekaligus mendapat awalan 
dan akhiran, kata-kata itu ditulis serangkai.
Contoh: (1) tidak adil + ke-an ....................... ketidakadilan
Partikel per yang berarti ‘mulai’, ‘tiap’, dan ‘demi’ ditulis terpisah
Contoh: (1) a. Mereka masuk satu per satu.
 b. Mereka masuk satu persatu (x)
 (2) a. Harganya Rp 3.000,00 per helai.
 b. Harganya Rp 3.000,00 perhelai (x). 
 (3) Gaji naik per 1 April. 

Tanaman Herbal Indonesia Dokter terkejut melihat hasil nya, racun dalam tubuh seperti : Rematik Kolesterol Asam Urat Semua sembuh total deng...