Rabu, 09 September 2020

Langkah-langkah membuat laporan kegiatan membaca buku

Kegiatan membaca sangat berguna. Dari kegiatan membaca, kita memperoleh banyak pengetahuan, wawasan, atau informasi berharga. Banyak sumber bacaan yang dapat kamu baca. Namun, saat ini kamu belajar dari membaca buku nonfiksi. Salah satu jenis buku nonfiksi adalah buku-buku pengayaan. Buku-buku ini akan memperkaya pengetahuanmu,keterampilanmu dan sikapmu. 
Adapun langkah-langkah yang perlu diketahui untuk membuat sebuah laporan kegiatan membaca sebagai berikut :

  1. Carilah buku nonfiksi ( buku pengayaan ) diperpustakaan. Buku yang kamu baca bukan buku pelajaran.
  2. Carilah buku nonfiksi yang dapat kamu miliki untuk dibaca.
  3. Mulailah mempersiapkan kegiatan membaca 
  4. Tulislah judul buku, nama penulis, penerbit, tahun terbit, dan kota terbit.
  5. Amatilah daftar isi buku. Bacalah sekilas daftar isinya, kemudian tuliskanlah, ada berapa bab isi buku tersebut.
  6. Sebelum membaca, berdasarkan daftar isi buku kamu susun pertanyaan yang mungkin akan kamu dapatkan dari isi buku. Pada buku laporan membaca, tulislah pertanyaan-pertanyaan yang ingin kamu dapatkan jawabannya dari membaca isi buku.
  7. Mulailah membaca. Jika buku itu milikmu, ketika membaca tandailah butir-butir penting, tuliskanlah pada buku laporan membaca.
  8. Setiap kamu akan mulai membaca, tuliskan yerlebih dahulu hari, tanggal, dan waktu kamu kamu membaca agar kegiatanmu terdata.
  9. Lakukanlah kegiatan membaca buku tersebut selama satu minggu.
  10. Jika kamu selesai membaca buku, susunlah laporan kegitan tersebut dalam buku rekaman tertu

Selasa, 08 September 2020

Langkah-langkah Menyusun Teks Laporan Hasil Observasi

  1. Tentukan objek yang akan kamu amati !
  2. Susunlah jadwal observasi yang akan kamu lakukan
  3. Lakukanlah observasi terhadap objek tersebut dengan menyiapkan pertanyaan atau poin-poin pengamatan terlebih dahulu
  4. Catatlah hasil observasi kamu ! Bila memungkinkan, ambil foto dan videokan observasimu.
  5. Susunlah teks laporan hasil observasimu dengan memperhatikan ketepatan isi, struktur, dan kaidah kebahasaannya.
  6. Presentasikan teks laporan hasil observasimu di hadapan teman-temanmu
  7. Publikasikan teks laporan hasil obervasimu di majalah dinding,majalah sekolah,blog atau media cetak.
  8. Berilah tanggapan kritik dan saran terhadap teks laporan hasil observasi yang di sajikan temanmu

 

Bahasa Negara dan Bahasa Nasional

 Bahasa Negara

Setelah 28 Oktober 1928 tanggal penting lainnya bagi Bahasa Indonesia adalah 18 Agustus 1945. Pada tanggal tersebut Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai Bahasa Negara. Ketetapan ini tercantum dalam Pasal 36 UUD 1945 yang berbunyi: Bahasa Negara adalah Bahasa Indonesia.

Apakah arti Bahasa Negara? Pertama, Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi kenegaraan. Kedua menjadi bahasa pengantar dunia pendidikan. Ketiga menjadi alat perhubungan, dan keempat menjadi alat pengembangan Iptek & Kebudayaan.

Selain sebagai bahasa negara, Bahasa Indonesia juga menjadi bahasa nasional. Dengan menjadi bahasa nasional, maka Bahasa Indonesia menjadi lambang kebanggaan nasional, lambang identitas nasional, alat pemersatu, alat perhubungan antarwarga.

Kini bahasa Indonesia telah menyebar ke seluruh penjuru Tanah Air dan dikenal oleh hampir semua penduduk Indonesia. Kalau ditengok, Bahasa Indonesia berkembang pesat hanya kurang dari 80 tahun. Ini luar biasa dan bisa disebut anugerah Yang Mahakuasa pada bangsa Indonesia.

Bahasa Indonesia asalnya dari Bahasa Melayu dan bahasa Melayu ini berasal dari daerah kecil di Sumatera, yaitu Riau. Apakah sebuah bahasa daerah kecil bisa menjadi bahasa nasional sebuah keadaan yang luar biasa?

Dari segi itu tidak luar biasa, kata Sutan Takdir Alisyahbana. Katanya, semua bahasa persatuan asalnya dipakai oleh kalangan kecil saja, lalu menyebar. Dia mengambil contoh Bahasa Belanda mulanya tumbuah di Brabant, Limburg, dan Vlanderen. Daerah ini berpisah pada abad 16 dan 17 menjadi daerah selatan. Orang-orang pandai di selatan lalu banyak yang pindah ke Amsterdam di utara. Jadilah bahasa persatuan yang asalnya di selatan itu. Juga Bahasa Prancis asalnya dari Paris dan sekitarnya atau Bahasa Italia dari daerah Florence di semenanjung Apeniymen lalu dipakai para pujangga seperti Dante, Patrarca, Bocaccio dan menjadi bahasa persatuan.

Bahasa Nasional

Betapapun Bahasa Indonesia patut menjadi fenomena yang langka dalam perkembangan bahasa-bahasa dunia. Ambil soal bahasa nasional yang ada di dunia. Di Indonesia bahasa nasional diresmikan 18 Agustus 1945 atau hanya 17 tahun setelah dikumandangkannya bahasa itu sebagai “bahasa persatuan” pada Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Kini penduduk yang berjumlah 224 juta (2005), Indonesia tidak mengalami persoalan serius dalam bahasa nasional dan bahasa persatuannya. Untuk diketahui jumlah bahasa daerah 726 (yang masih dipakai) atau 731 (termasuk yang sudah mati). Daerah paling banyak bahasanya adalah Irian Jaya/Papua yaitu 265, diikuti Maluku (131), Sulawesi (113), Kalimantan (82), Nusa Tenggara (68), Sumatra (52). Daerah paling sedikit Jawa (19).

Tiadanya persoalan serius dalam bahasa nasional dan bahasa persatuan ini, berbeda dengan negara-negara lain seperti India yang berpenduduk 1 miliar dan memiliki 15 bahasa nasional yaitu Assam (15 juta), Bengali (70 juta), Gujarat (45 juta), Hindi (180 juta), Kannada (35 juta), Kashmir (4 juta), Malayalam (35 juta), Marathi (68 juta), Oriya (31 juta), Punjab (27 juta), Sanskerta (194.433), Sindh (3 juta), Tamil (61 juta), Telugu (69 juta). Bahasa Inggris ditetapkan sebagai bahasa nasional kedua. Atau Cina yang bahasa nasional/resminya adalah Mandarin. Dengan jumlah penduduk 1,3 miliar, negara ini memiliki 202 bahasa daerah. Bahasa daerah terbesar adalah Mandarin (850 juta penduduk) yang menjadi bahasa resmi/nasional.

Atau juga tetangga kita, Filipina, yang memiliki dua bahasa nasional yaitu Tagalog dan Inggris. Dengan jumlah penduduk 73 juta dan jumlah bahasa daerah 172 (masih hidup 169) memang pantas menjadikan bahasa daerah terbesar Tagalog (23 persen, 17 juta, tetapi dipakai 39 juta penduduk) sebagai bahasa nasional. Namun, yang biasa dipakai sekarang adalah bahasa Inggris yang menjadi bahasa nasional kedua.

Di berbagai bagian dunia kini masih muncul masalah bahasa nasional ini. Di Aljazair, suku-suku Baduy masih menolak penggunaan bahasa Arab sebagai bahasa nasional. Di Kanada, terutama di Quebec, orang harus menggunakan dua bahasa untuk masalah-masalah yang menyangkut masyarakat umum. Di beberapa negara bekas “jajahan” Uni Soviet, seperti Kazakhstan, Kyrgistan, Azerbaija, masih muncul persoalan serupa.

Senin, 31 Agustus 2020

Menganalisis Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

Setiap Teks memiliki unsur kebahasaan yang berbeda-beda, demikian pula dengan teks laporan hasil observasi. Untuk mengetahui unsur kebahasaan dalam teks laporan hasil observasi berikut penjelasannya.

1. Kata serta Frasa Verba dan Nomina

Jenis kata dan kelompok kata ( frasa ) yang dominan digunakan dalam sebuah teks laporan hasil observasi adalah verba ( kata kerja ) dan nomina ( kata benda ). Untuk  memahami hal tersebut, kamu harus mengetahui perbedaan kata dan frasa. Kata berbentuk morfem atau morfem bebas, yaitu satuan bahasa terkecil ( dapat memiliki arti maupun tidak ) yang bersifat bebas. Frasa merupakan gabungan beberapa unsur namun tidak melebihi batas fungsi. Artinya, sekalipun terdiri atas beberapa unsur namun hanya memiliki satu fungsi dalam sebuah kalimat. Selain  itu, frasa merupakan kelompok kata yang nonpredikatif, atau tidak menduduki subjek dan predikat. 

Perhatikan contoh identifikasi kata benda dan farasa benda dalam teksa

a. Nomina
     Contoh :
Kata : wayang
Frasa : seni pertunjukan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya asli indonesia

b. Verba
  Contoh :
Kata : adalah
Frasa : sudah membagi

Berdasarkan analisis kata dan frasa dapat di nyatakan bahwa pada paragraf pertama dalam teks yang bejudul wayang banyak digunakan frasa nomina. Sementara itu, frasa verba pada paragraf pertama teks diatas hanya ada satu, sedangkan yang lainnya berupa kata. Dengan demikian nomina yang berfungsi sebagai subjek atau objek pada paragraf pertama teks diatas banyak menggunakan Frasa, sedangkan predikat banyak menggunakan kata. 

2. Afiksasi 

Dalam kegiatan berbahasa, kata yang digunakan dapat berupa kata dasar atau kata bentukan. Kata dasar adalah kata yang buelum mendapat imbuhan, pemajemukan, atau pengulangan. Kata bentukan adalah kata yang telah mendapat imbuhan (afiksasi), pengulangan ( reduplikasi) dan pemajemukan ketika di gunakan.

Kata yang mendapat proses pengimbuhan dapat berupa jenis. Misalnya, kata berjenis verba dapat berubah menjadi nomina jika mendapat imbuhan. Contoh, kata "minum" ( verba ) mendapat imbuhan "_ an " menjadi " minuman" ( nomina ).

Suatu kata dasar dapat bwrubah menjadi verba jika mendapat imbuhan me (N)-, be (R)-, di-, bahkan terkadang ter- atau ke-an. Sementara itu, kata dasar yang sama dapat berubah menjadi nomina jika diberi imbuhan pe (N)-, pe (R)-, -an, atau terkadang ke -an.

3. Kalimat Defenisi dan Kalimat Deskripsi

Contoh kalimat Defenisi dalam teks yang berjudul Wayang.
- wayang adalah seni pertunjukan yang  ditetapkan sebagai warisan budaya indonesia.

Contoh kalimat Deskripsi dalam teks yang berjudul wayang
- wayang ini terbuat dari kulit kerbau yang ditatah, dan diberi warna sesuai dengan kaidah pulasan wayang pendalangan, diberi tangkai dari bahan tanduk kerbau bule yang diolah sedemikian rupa dengan nama campurit yang terdiri atas tuding dan gapit.

4. Kalimat Simpleks dan Kompleks
Kalimat dalam sebuah teks dapat dibentuk hanya oleh satu klausa, yaitu bagian kalimat yang memiliki subjek dan predikat ( predikatif ). Kalimat yang hanya memiliki satu klausa disebut sebagai kalimat simpleks atau biasa pula disebut kalimat tunggal. 
Contoh kalimat simpleks dengan bermacam pola
- Ada beragam jenis topeng di museum ini :
- kelelawar merupakan hewan unik
- wayang tersebut berbentuk pipih seperti wayang kulit

Kalimat kompleks atau kalimat majemuk adalah kalimat yg memiliki dua atau lebih klausa. Kalimat kompleks dibagi menjadi dua macam, yaitu kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat

Contoh kalimat majemuk setara
-Dalam budaya modern, wayang berfungsi menghibur dan mendidik

Contoh kalimat majemuk bertingkat
- Keberadaan D'topeng tidak dapat dipisahkan dengan museum angkut karena kedua tempat ini berada di tempat yang sama.

Selasa, 18 Agustus 2020

D'topeng Museum Angkut

 D'topeng Museum Angkut


D'topeng adalah salah satu tempat wisata yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur. Keberadaan D'topeng tidak dapat dipisahkan dengan  Museum Angkut karena kedua tempat ini berada disatu tempat yang sama. Tempat wisata ini seringkali disebut pula sebagai Museum Topeng karena memang berisi topeng dengan berbagai model bentuk. Namun, D'topeng tidak hanya berisi topeng, tetapi juga berisi pameran benda-benda berupa barang tradisional dan barang antik. Topeng, barang tradisional, dan barang antik dalam museum ini dapat di kelompokkan menjadi lima jenis berdasarkan bahan pembuatannya, yaitu berbahan kayu, batu, logam, dan keramik.


Benda paling diminati pengunjung untuk diamati dan paling mendominasi tempat ini adaah topeng. Ada beragam jenis topeng di museum ini. Topeng-topeng tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua bagian berdasarkan bahan dasarnya, yaitu berbahan dasar kayu dan batu. Topeng berbahan kayu sebagian besar berasal dari daerah Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta, Jawa Barat. Sementara itu, topeng yang berbahan batu berasal dari daerah sekitar Sulawesi dan Maluku.


Selain topeng, barang-barang tradisional juga dipamerkan di D'topeng. Barang-barang tradisional yang mengisi etalase-etalase museum ini adalah senjata tradisional, perhiasan wanita zaman dahulu yang berbahan dasar logam, batik-batik5 motif lama, dan hiasan rumah kuno. Berdasarkan bahan dasarnya, barang-barang tersebut juga dikelompokkan menjadi empat, yaitu berbahan dasar kayu seperti hiasan rumah berupa kepala kerbau asal Toraja, berbahan dasar batu seperti alat penusuk jeruk asal Batak, berbahan dasar logam seperti pisau sunat dan perhiasan logam asal Sumba, dan yang berbahan dasar kain seperti batik berbagai motif asal Yogyakarta dan Jawa Tengah.


Benda terakhir yang mengisi museum ini adalah barang kuno yang sampai saat ini masih dianggap bernilai seni tinggi atau biasa disebut barang antik. Barang-barang antik seperti guci tua, kursi antik, bantal arwah, mata uang zaman kerajaan-kerajaan, dan benda-benda lain dapat di jumpai di dalam museum D'topeng. Barang-barang tersebut dapat pula digolongkan menjadi dua jenis berdasarkan bahan pembuatannya, yaitu keramik dan logam. Barang antik yang berbahan dasar keramik di museum ini adalah guci-guci tua peninggalan salah satu dinasti di Tiongkok dan bantal yang digunakan untuk bangsawan Dinasti Yuan ( Tiongkok ) yang sudah meninggal. Sementara itu, barang antik yang berbahan dasar logam adalah jinggaran coin ( Kerajaan Gowa ), mata uang Kerajaan Majapahit, koin VOC, dan kursi antik asal Jawa Tengah.


Selain itu untuk dipamerkan, benda-benda di D'topeng ini juga di mamfaatkan sebagai media pelestarian budaya. Selanjutnya, D'topeng berfungsi pula sebagai museum, yaitu sebagai konservasi benda-benda langka agar terhindar dari perdagangan ilegal.



Sumber: buku bahasa indonesia kelas x



Selasa, 11 Agustus 2020

Sejarah Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia sangat dinamis, sehingga menghasilkan kosakata baru dari penciptaan dan penyerapan bahasa daerah maupun asing. Salah satu bahasa yang datang dari luar adalah bahasa Inggris. Dimana bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang digunakan sebagai komunikasi antar bangsa.

Sehingga tidak heran, banyak orang yang belajar untuk menguasai bahasa Inggris.hal ini bertujuan agar mereka tidak buta akan informasi yang ada di dunia. Meskipun mempelajari bahasa Inggris penting, akan lebih baik jika kita sebagai warga Negara Indonesia tetap menjaga, melestarikan dan membudayakan bahasa Indonesia.

Untuk lebih memperdalam bahasa Indonesia, kita harus mengetahui sejarah bahasa Indonesia dan perkembangannya hingga saat ini. Dimana bahasa Indonesia menjadi bahasa pemersatu penduduk Indonesia yang sangat beranekaragam.

Bahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928. pada saat itu, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul dalam kerapatan Pemuda dan berikrar (1) bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia, (2) berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan (3) menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar para pemuda ini dikenal dengan nama Sumpah Pemuda. Unsur yang ketiga dari Sumpah Pemuda merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Pada tahun 1928 itulah bahasa Indonesia dikukuhkan kedudukannya sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia dinyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945 karena pada saat itu Undang-Undang Dasar 1945 disahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa Bahasa negara ialah bahasa Indonesia (Bab XV, Pasal 36).

Keputusan Kongres Bahasa Indonesia II tahun 1954 di Medan, antara lain, menyatakan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu yang sejak zaman dulu sudah dipergunakan sebagai bahasa perhubungan (lingua franca) bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara. Bahasa Melayu mulai dipakai di kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-7. Bukti yang menyatakan itu ialah dengan ditemukannya prasasti di Kedukan Bukit berangka tahun 683 M (Palembang), Talang Tuwo berangka tahun 684 M (Palembang), Kota Kapur berangka tahun 686 M (Bangka Barat), dan Karang Brahi berangka tahun 688 M (Jambi). Prasasti itu bertuliskan huruf Pranagari berbahasa Melayu Kuna. Bahasa Melayu Kuna itu tidak hanya dipakai pada zaman Sriwijaya karena di Jawa Tengah (Gandasuli) juga ditemukan prasasti berangka tahun 832 M dan di Bogor ditemukan prasasti berangka tahun 942 M yang juga menggunakan bahasa Melayu Kuna. Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku pelajaran agama Budha. Bahasa Melayu juga dipakai sebagai bahasa perhubungan antarsuku di Nusantara dan sebagai bahasa perdagangan, baik sebagai bahasa antarsuku di Nusantara maupun sebagai bahasa yang digunakan terhadap para pedagang yang datang dari luar Nusantara. Informasi dari seorang ahli sejarah Cina, I-Tsing, yang belajar agama Budha di Sriwijaya, antara lain, menyatakan bahwa di Sriwijaya ada bahasa yang bernama Koen-louen (I-Tsing:63,159), Kou-luen (I-Tsing:183), K’ouen-louen (Ferrand, 1919), Kw’enlun (Alisjahbana, 1971:1089). Kun’lun (Parnikel, 1977:91), K’un-lun (Prentice, 1078:19), yang berdampingan dengan Sanskerta. Yang dimaksud Koen-luen adalah bahasa perhubungan (lingua franca) di Kepulauan Nusantara, yaitu bahasa Melayu. Perkembangan dan pertumbuhan bahasa Melayu tampak makin jelas dari peninggalan kerajaan Islam, baik yang berupa batu bertulis, seperti tulisan pada batu nisan di Minye Tujoh, Aceh, berangka tahun 1380 M, maupun hasil susastra (abad ke-16 dan ke-17), seperti Syair Hamzah Fansuri, Hikayat Raja-Raja Pasai, Sejarah Melayu, Tajussalatin, dan Bustanussalatin. Bahasa Melayu menyebar ke pelosok Nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di wilayah Nusantara. Bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa, dan antarkerajaan karena bahasa Melayu tidak mengenal tingkat tutur.

Bahasa Melayu dipakai di mana-mana di wilayah Nusantara serta makin berkembang dan bertambah kukuh keberadaannya. Bahasa Melayu yang dipakai di daerah di wilayah Nusantara dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh corak budaya daerah. Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa. Bahasa Melayu pun dalam perkembangannya muncul dalam berbagai variasi dan dialek. Perkembangan bahasa Melayu di wilayah Nusantara mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. Komunikasi antarperkumpulan yang bangkit pada masa itu menggunakan bahasa Melayu. Para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia (Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928). Kebangkitan nasional telah mendorong perkembangan bahasa Indonesia dengan pesat. Peranan kegiatan politik, perdagangan, persuratkabaran, dan majalah sangat besar dalam memodernkan bahasa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah.



Selasa, 04 Agustus 2020

Struktur dan Kaidah Teks Observasi

    Pada Materi kali ini, kalian akan  belajar mengenal struktur dan kaidah kebahasaan teks hasil observasi, memahami makna teks hasil observasi, menyunting teks hasil observasi, meringkas teks hasil observasi, dan mengonversi teks hasil observasi.

    Apakah yang dimaksud laporan,? Dalam bahasa inggris, teks laporan dikenal dengan istilah report . Banyak pembaca yang menafsirkan laporan sebagai berita. Pandangan tersebut sungguh tidak salah. kata laporan secara gramatikal berasal dari kata lapor dan akhiran -an. akhiran -an secara gramatkal berarti ''perihal ''. jadi , kata laporan berarti 'perihal melaporkan'. Bagaimana dengan kata berita ? Berita merupakan kata dasar. untuk mengetahui arti kata berita, tentu saja kalian harus membuka kamus. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ( 2002:140 ) di artikan :

'' Berita n 1 cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hagat; kabar...;2 laporan...''

    Dengan merujuk pada pengertian terebut maka memang benar bahwa kata laporan memiiki persamaan deng berita.Akan tetapi, laoran juga berkaitan  dengan sala satu jenis ( genre ) teks, yang dalam bahasa inggis disebut report. Lporan adalah salah satu jenis teks yang bertujuan menjelaskan atau mendeskripsikan sesuatu yang sifatnya umum ( general ).Dalam pengertian ini, teks laporan ( report ) hampir mirip dengan deskripsi. Perbedaannya, teks deskripsi menjelaskan sesuatu secara khusus.

    Laporan memiliki peranan penting pada suaatu organisasi karena hubungan antara atasan dan bawahan merupakan bagian dari keberhasilan organissasi tersebut. dengan adanya hubungan antara perseorangan dalam suatu organisasi, baik yang berupa hubungan antara atasan dan bawahan, maka aan bisa mewujudkan suatu sistem  delegation of autority dan pertanggungjawaban akan terlaksana secara efektif dan efesien dalam organisasi.

    Laporan adalah bentuk penyajian fakta tentang suaatu  keadaan atau suatu kegiatan. Pada dassarnya fakta yang disajkan itu berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada si elapor ( dilihat,didengar,atau dirasakan sendiri ) ketika si pelapor melakukan  suatu kegiatan. 

    Sebuah laporan hasil observasi pada umumnya disajikan dalam bentuk karya tulis atu yang lazim disebut degan makalah. Adapu yang dimaksud dengan makalah adaah karya tulis yang membahas suatu persoalan dengan penyeelesaian yang didasarkan hasil membaca atau hasil pengamatan lapangan. Makalah biasanya disusun untuk diskusi-diskusi resmi, seperti simposium,seminar, atau lokakarya .Makalah sering pula disebut paper, yakni tugas tertulis pada suatu mata pelajaran dan penyusunannanya bisa berupa hasil kajian hasil observasi lapangan.

   Makalah disajikan dalam bagian-bagian berikut :
  • Pendahuluan : Bagian ini menguraikan masalah yang akan dibahas yang meliputi latar belakang masalah, perumusan masalah, prosedur penyelesaian masalah, dan sitematika pembahasan .
  • Pembahasan : Bagian ini memuat uaian tentang hasil kajian penulis dalam mengembangkan jawaban terhadap masalah yang diajukan, yang dlengkapi denga data lapangan ( hasil obssrvasi ) serta pendapat-endapat penulis itu sediri. Bagian ini boleh saja terdiri atas lebih dari satu bagian.
  • Simpulan  : Bagian ini bukanlah ringkasan isi. Simpulan adalah pemaknaan kembali terhadap uraian yang telah dibuat pada bagian pembahasan. Dalam mengabil simulan tersebut, penulis harus mengacu pada permasalahan yang diajukan dalam bagian pendahuluan.    

    Berdasarkan paparan tersebut dapat disimulkan bahwa laporan hasil obdervasi dibentuk oleh struktur dan kaidah berikut.

 1. struktur laporan hasil observasi berupa teks yang tersusun secara baku dan lengkap, yakni 
 mencakup penahuluan ,pembahasan, dan simpulan.Teks itu dapat  pula dengan kata pengantar, daftar isi, dan dafar pustaka.  

2.Kaidah laporan obsrvasi menyajikan seumlah fakta sebagai hasil pengamatan lapangan. Fakta tersebut dapat dilengkapi dengan gambar grafis, seperti tabel, grafik dan bagan.

Tanaman Herbal Indonesia Dokter terkejut melihat hasil nya, racun dalam tubuh seperti : Rematik Kolesterol Asam Urat Semua sembuh total deng...